Assalamualaikum

Allo semua........duh lama banget ga posting tulisan n artikel nie...habisnya bingung ...kadang mau posting apaan...jg kesibukan dkantor n urusan laennya...ditambah lg sekarang mau ikutan test cpns...doa'in yah...aku berhasil.......amien...kasih saran donk ..mau posting tema apa nie
read more “Assalamualaikum”

Mengenal Affiliate Program ( By Joko Susilo )

Kali ini saya puaskan rasa penasaran anda mengenai Affiliate Program. Namun saya tulis secara bertahap supaya lebih mudah memahaminya.

Yuk kita mulai!

Seperti saya tulis sebelumnya, Affiliate Program adalah marketing yang mengandalkan penggalangan komunitas untuk memasarkan produk. Sampai sekarang Affiliate Program termasuk salah satu cara terpopuler yang banyak dilakukan pebisnis online. Karena bisa memperluas jaringan pemasaran secara efektif dan efisien.

Bagaimana mekanisme kerjanya?

Misal, ada seorang pemilik situs web yang ingin menjual produk-produknya. Produk ini bisa berupa ebook, software, dll. Nah, pemilik situs ini memiliki jaringan pemasar (baca: Affiliate Marketer) yang menjualkan produk-produk ini pada para calon pembeli.

Jika para pemasar ini berhasil mendapat pembeli, atau berhasil menjualkan produk-produk tadi, maka ia mendapat komisi. Pemilik produk yang menentukan besarnya komisi tersebut. Ada yang 25%, ada pula yang memberi 50% dari harga jual produk.

Para pemilik situs web ini biasa disebut affiliate merchant. Sedang para calon pembeli produk disebut leads atau prospects.

Agar lebih jelas, mari saya beri contoh konkret.

Saya punya situs formulabisnis.com dan saya menawarkan affiliate program. Katakanlah anda tertarik, lalu mendaftar di situs web tersebut dengan username “blogjk”. Pada saat mendaftar, anda harus mengisi form yang berisi nama, alamat, no telepon, no rekening, dll.

Kemudian saya menyodorkan affiliate agreement yang berisi kesepakatan tentang syarat dan ketentuan untuk menjadi affiliate marketer di situs saya. Jika anda sudah setuju dengan affiliate agreement yang saya ajukan, anda akan mendapat affiliate link atau alamat http://www.formulabisnis.com?id=blogjk. Alamat inilah yang harus anda promosikan.

Nah, jika suatu saat ada pengunjung yang membeli produk saya melalui link ini, anda akan mendapat komisi. Besarnya komisi yang saya berikan biasanya 50% dari harga jual produk. So, misal, si pembeli membeli produk ebook saya yang berjudul Sistem Mesin Uang Otomatis (SMUO) seharga Rp 100.000, maka anda mendapat komisi Rp 50.000.

Dengan mengikuti affiliate program, anda tidak perlu memiliki situs web sendiri. Untuk menghasilkan uang, cukup bergabung dengan situs-situs web yang menawarkan program seperti ini.

Oya… ada banyak keuntungan lain yang bisa anda dapat dari model bisnis ini.

Anda tidak perlu repot membuat produk. Tugas anda hanya mengantarkan pembeli pada penjual.
Anda bisa memilih berbagai affiliate program yang anda inginkan. Coba kunjungi Clickbank.com. Di sana anda bisa menemukan ribuan situs-situs yang memberi affiliate program. Jadi, anda bisa punya banyak sumber penghasilan.
Komisi yang ditawarkan program ini biasanya relatif tinggi. Antara 10%-95%.
Anda bisa jadikan affiliate program sebagai sumber pendapatan pasif. Kok bisa? Ya, karena anda hanya perlu tinggal di rumah, tidak perlu kemana-mana. Dan, uang akan datang sendiri. Yang penting anda tetap berpromosi. Atau bahkan, anda masih bisa mengerjakan usaha offline anda.
Saya harap anda sudah tidak bingung lagi… kalau masih bingung juga, mari coba bergabung dengan salah satu affiliate program. Kebingungan anda pasti akan berkurang.
read more “Mengenal Affiliate Program ( By Joko Susilo )”

Kebebasan Wanita ( oleh Abdul Halim Abu Syuqqah )

Umat Islam memiliki beberapa etika tertentu dalam pergaulan antara wanita dan laki-laki sesuai dengan aturan yang telah digariskan agama. Etika-etika tersebut harus betul-betul menancap dalam akal pikiran dan kesadaran mereka sebab hal itu berkaitan dengan kebenaran pemahaman mereka terhadap martabat wanita sebagai manusia, sebagaimana ditetapkan oleh syariat. Selain itu, etika-etika tersebut harus menancap dalam hati mereka sebab syariat telah menanamkan dalam hati manusia rasa santun, lemah lembut, dan belas kasihan kepada kaum wanita. Jika orang-orang Barat berbaik hati kepada wanita kadang-kadang karena pertimbangan kesempurnaan dan kadang-kadang sekadar formalitas, maka kita sebagai umat Islam mempunyai etika tersendiri yang tinggi nilainya dalam memperlakukan wanita. Dikatakan tinggi, karena hal itu didasarkan atas pertimbangan kesempurnaan dan muncul dari lubuk hati kita yang dalam. Sementara hal yang mempertajam rasa santun, lemah lembut, dan belas kasih pada kaum wanita di kalangan umat Islam merupakan contoh teladan yang diberikan Rasulullah saw. dalam memperlakukan istri, anak perempuan, istri-istri kaum muslimin, dan wanita-wanita nonmuslim lainnya.

1. Teladan Nabi saw. dalam Memperlakukan Istri
Pertama, membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya. Aisyah pernah ditanya: "Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?" Aisyah menjawab: "Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya." (HR Bukhari)490

Kedua, mengajak istri-istrinya jika bepergian. Aisyah berkata: "Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw.' (HR Bukhari dan Muslim)491

Ketiga, menyambut kedatangan mereka ketika beliau melakukan i'tikaf Shafiyyah, istri Nabi saw., menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan i'tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya." (Dalam satu riwayat492 dikatakan: "Nabi saw. berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: 'Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu'") (HR Bukhari dan Muslim)493

Keempat, keberatan menerima undangan makan kecuali dengan istrinya. Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah saw. --seorang Persia-- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah saw. Lalu dia datang menemui Rasululiah saw. untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: "Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah)." Orang itu menjawab: "Tidak." Rasulullah saw. berkata: "(Kalau begitu) aku juga tidak mau." Orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. Rasulullah saw. bertanya: "Bagaimana dengan ini?" Orang itu menjawab: "Tidak." Rasulullah kembali berkata: "Kalau begitu, aku juga tidak mau." Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: "Bagaimana dengan ini?" Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: "Ya." Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu." (HR Muslim)494

Kelima, menyediakan tempat duduk yang empuk di atas kendaraan istrinya dan menjadikan lututnya sebagai tangga istrinya untuk naik ke atas kendaraan. Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi saw. menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut." (HR Bukhari)495

Keenam, beliau menawari istrinya menyaksikan permainan orang-orang Habasyah dan ikut berdiri menonton sampai istrinya minta pulang. Dari Aisyah, dia berkata: "Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: 'Apakah aku ingin melihatnya?'Aku jawab: 'Ya.' Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: 'Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!' Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: 'Apakah kamu sudah puas?'Aku jawab: 'Ya.' Beliau berkata: 'Kalau begitu, pergilah!'" (HR Bukhari dan Muslim)496

2. Teladan Nabi saw. dalam Memperlakukan Anak Perempuan
Pertama, berdiri menyambut kedatangan putrinya lalu menciumnya dan mendudukkannya di sebelah kanannya. Aisyah r.a. berkata:

"Fathimah datang dengan berjalan kaki. Jalannya persis seperti cara berjalan Nabi saw. Nabi saw. berkata kepadanya: 'Selamat datang putriku.' Kemudian beliau mendudukkannya di sebelah kanan atau di sebelah kiri beliau." (HR Bukhari dan Muslim)497
Dalam riwayat Abu Daud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i dikatakan: "Setiap Fathimah datang menemui Nabi saw., beliau biasanya berdiri menyambut kedatangannya, menciumnya, dan menyuruhnya duduk di tempat duduk beliau."498

3. Teladan Nabi saw. dalam Memperlakukan Wanita Muslimah
Pertama, ketika mendengar tangisan bayi dalam masjid, Nabi saw. memperpendek shalatnya demi menjaga perasaan ibunya. Anas bin Malik mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda: "Aku sudah mulai melaksanakan shalat dan aku berniat memanjangkannya. Lalu aku mendengar tangisan seorang bayi, maka aku sengaja memendekkan shalatku karena aku dapat merasakan betapa gelisahnya hati seorang ibu karena gangguan tangisan bayinya." (HR Bukhari dan Muslim)499

Kedua, menunggu sejenak seusai shalat bersama kaum laki-laki agar jamaah wanita bisa pulang lebih dahulu. Ummu Salamah r.a. berkata: "Biasanya Rasulullah saw. seusai mengucapkan salam, kaum wanita bergegas berdiri. Beliau menunggu sejenak sebelum berdiri (untuk pulang)." Ibnu Syihab berkata: "Aku berpendapat, tetapi Allah lebih tahu, bahwa Nabi saw. diam sejenak itu adalah supaya kaum wanita habis keluar sebelum tersusul oleh kaum laki-laki yang ingin pulang." (HR Bukhari)500

Ketiga, memerintah para ibu supaya mengeluarkan anak-anak gadis mereka dan wanita haid untuk ikut meramaikan pesta hari raya. Ummu Athiyyah berkata: "Aku mendengar Rasulullah sw. bersabda: 'Hendaklah kalian keluarkan anak-anak gadis, wanita-wanita yang dipingit, serta perempuan haid agar mereka bisa menyaksikan hari baik dan nasihat-nasihat orang-orang mukmin; dan hendaklah wanita haid agak menjauh dari tempat shalat.'" (HR Bukhari dan Muslim)501

Keempat, Nabi saw. mengira bahwa jamaah wanita tidak bisa mendengar khotbah beliau, lalu beliau menuju kelompok kaum wanita dan memberikan nasihat khusus kepada mereka.

Kelima, Nabi saw. berdiri lama menyambut kedatangan wanita-wanita Anshar dan menyatakan cinta beliau kepada kaum mereka.

Keenam, menyarankan kepada kusir kendaraan supaya berjalan perlahan demi mempertimbangkan kemampuan fisik kaum wanita.

Ketujuh, merasa kasihan kepada seorang wanita yang sedang memanggul biji-biji kurma sehingga beliau menderumkan untanya untuk memboncengkan wanita itu di belakangnya.

Kedelapan, mengizinkan Utsman ibnu Affan r.a. untuk tidak mengikuti Perang Badar guna menjaga istrinya yang sedang sakit. Ibnu Umar berkata: "Adapun keikutsertaan Utsman dari Perang Badar adalah karena istrinya, yaitu putri Rasulullah saw. sedang sakit. Rasulullah saw. berkata kepadanya: 'Sesungguhnya bagimu pahala orang yang mengikuti Perang Badar.'" (HR Bukhari)502

Kesembilan, menyuruh seorang laki-laki mengurungkan niatnya untuk pergi berjihad guna menemani istrinya yang ingin melakukan perjalanan haji. Ibnu Abbas r.a. berkata: "Seorang laki-laki berkata: 'Wahai Rasulullah, aku ingin pergi bersama pasukan ini dan ini (dalam riwayat Muslim dikatakan: 'Sesungguhnya aku terkena kewajiban untuk mengikuti pasukan ini dan ini') sementara istriku ingin menunaikan ibadah haji.' Nabi saw. berkata: 'Pergilah kamu bersamanya (istrimu).'" (HR Bukhari dan Muslim)503

Kesepuluh, merasa menyesal ketika seorang wanita dikuburkan tanpa sepengetahuan beliau; lalu beliau pergi bersama beberapa orang sahabat untuk menyalatinya. Abu Hurairah mengatakan bahwa seorang laki-laki atau wanita hitam pernah bekerja sebagai tukang sapu masjid (dalam satu riwayat504 dikatakan: "Aku kira bahwa dia adalah seorang wanita"). Kemudian dia meninggal. Lalu Rasulullah saw. menanyakannya. Para sahabat memberitahu: "Dia sudah meninggal." Nabi saw. berkata: "Mengapa kalian tidak memberitahuku tentang kematiannya? Sekarang tunjukkan kepadaku di mana kuburannya. Nabi saw. mendatangi kuburannya, lalu menyalatinya." (HR Bukhari dan Muslim)505

Contoh-contoh mengenai tuntutan dan bimbingan Nabi saw. dalam hal perlakuan terhadap kaum wanita orang-orang mukminat ini saya akhiri dengan mengemukakan satu contoh menarik dari luar kitab Bukhari dan muslim. Dalam hal Rasulullah saw. memperkenankan permintaan seorang wanita yang telah bernazar akan memukul gendang/rebana di hadapan Rasulullah saw. Buraidah berkata: "Rasulullah saw. pergi ke suatu peperangan. Ketika pulang, datang seorang budak perempuan hitam yang berkata: 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bernazar (yang intinya) apabila Allah mengembalikanmu dalam keadaan selamat aku akan memukul gendang di hadapanmu dan bernyanyi.' Rasulullah saw. berkata kepada wanita itu: 'Kalau memang demikian nazarmu, maka laksanakanlah. Tetapi kalau bukan demikian, tidak usah.' Lalu wanita itu menabuh gendangnya dan bernyanyi." (HR Bukhari dan Muslim)506

4. Teladan Nabi saw. dalam memperlakukan Wanita Nonmuslim
Pertama, tidak menghiraukan cemoohan seorang wanita. Jundub bin Abu Sufyan r.a. berkata: "Rasulullah saw. sakit sehingga beliau tidak bisa mengerjakan shalat malam dua atau tiga malam. Lalu datang kepadanya seorang wanita dan berkata: 'Wahai Muhammad, aku benar-benar berharap semoga setanmu telah meninggalkanmu. Aku tidak pernah melihatnya mendekatimu sejak dua atau tiga malam terakhir ini.' Lantas Allah SWT menurunkan ayat yang berbunyi: 'Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada (pula) benci kepadamu.'" (HR Bukhari dan Muslim)507

Kedua, mempertimbangkan keadaan dua orang wanita yang sedang ketakutan. Abu Dzar r.a. berkata: "Pada suatu malam purnama yang sangat cerah, penduduk Mekah tertidur lelap dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang melakukan thawaf di sekitar Ka'bah. Ada dua sosok wanita dari penduduk setempat yang sedang memohon kepada Isafa dan Na'ilah (nama berhala). Lalu mereka berangkat sambil menggerutu dan berkata: 'Andaikan saja ada di sini salah seorang dari orang-orang kita.'"Abu Dzar berkata: "Rasulullah saw. dan Abu Bakar bertemu dengan mereka ketika mereka sedang turun. Rasulullah saw. bertanya: 'Ada apa dengan kalian?' Mereka berkata: 'Ada penyembah berhala antara Ka'bah dan tutup (sitar)nya.' Rasulullah saw. bertanya: 'Apa yang dia katakan kepada kalian.' Mereka menjawab: 'Dia mengatakan kata-kata yang sangat menyebalkan (kotor)."' (HR Muslim)508

Ketiga, memberikan imbalan kepada seorang wanita setelah memanfaatkannya untuk kepentingan umat Islam. Dari Imran, dia berkata: "Kami melakukan perjalanan bersama Nabi saw. orang-orang mengadu kepada beliau karena kehausan. Akhirnya beliau singgah. Beliau memanggil fulan ... dan memanggil Ali, lalu berkata: 'Pergilah kalian berdua mencari air.' Mereka pun berangkat. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang wanita yang duduk di antara dua girbah air besar di atas untanya. Mereka bertanya kepada wanita itu: 'Di mana airnya?' Wanita itu menjawab: 'Perkiraanku kemarin, sekarang ini sudah mendapat air, sementara kaum lelaki kami terlambat karena mencari air.' Mereka berkata kepada wanita itu: 'Kalau begitu berangkatlah!' Wanita itu bertanya: 'Kemana?' Mereka menjawab: 'Kepada Rasulullah saw.' Wanita itu berkata: 'Orang yang disebut orang si Shabi itu?' Mereka berkata: 'Dialah orangnya yang kamu maksud. Karena itu cepatlah berangkat.' Lalu mereka membawa wanita itu kepada Nabi saw. Nabi saw. meminta diambilkan sebuah mangkuk, lalu beliau menuangkan isi mangkuk itu ke moncong kedua girbah air wanita itu ... kemudian dipanggillah orang-orang seraya berkata: 'Minumlah kalian dan timbalah airnya ...' Wanita itu berdiri saja melihat apa yang dilakukan orang-orang terhadap airnya. Demi Allah, wanita itu terperangah. Kami dapat membayangkan bahwa girbah air itu jauh lebih penuh daripada permulaannya. Lalu Nabi saw. berkata: 'Kumpulkanlah apa-apa yang ada pada kalian!' Lalu kami mengumpulkan apa-apa yang ada pada kami berupa potongan roti dan kurma untuk wanita itu. Lalu semua makanan itu kami bungkus dengan kain, kemudian kami naikkan ke atas untanya. Bungkusan itu mereka letakkan di depan wanita itu. Rasulullah saw. berkata kepada wanita itu: 'Kami tidak mengurangi airmu sedikit pun. Akan tetapi Allahlah yang telah memberi kami minum.' Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa wanita itu menceritakan kepada Nabi saw. bahwa dia adalah seorang ibu yang menanggung beberapa anak yatim yang masih kecil-kecil ...' Rasulullah saw. berkata kepadanya: 'Pergilah dan berilah makan keluargamu dengan ini!' (HR Bukhari dan Muslim)509

Keempat, menerima hadiah seorang wanita kemudian memaafkannya meskipun hadiah yang berupa makanan itu diracuni. Anas bin Malik r.a. mengatakan bahwa seorang wanita Yahudi datang kepada Nabi saw. dengan membawa hadiah seekor kambing yang telah dibubuhi racun. Rasulullah saw. memakan sedikit darinya. Setelah beliau mengetahuinya, wanita tersebut dibawa menghadap beliau dan ditanya tentang racun tersebut. Para sahabat bertanya kepada beliau: 'Apakah kami boleh membunuhnya?' Rasulullah saw. menjawab: 'Tidak.' Dalam riwayat Muslim dikatakan: 'Lalu wanita itu dibawa menghadap Rasulullah saw. Lalu beliau menanyakan masalah racun kepada wanita tersebut, wanita itu mengakui: 'Aku memang bermaksud membunuhmu.' Rasulullah saw. berkata: 'Allah tidak akan memberikan kekuasaan kepadamu untuk melakukan hal itu.'" (HR Bukhari dan Muslim)510

Kelima, beliau melarang membunuh wanita dalam peperangan.

Ibnu Umar r.a. berkata: "Aku menemukan seorang wanita yang terbunuh pada salah satu peperangan Rasulullah saw. Lantas Rasulullah saw. mengeluarkan larangan membunuh kaum wanita dan anak-anak." (HR Bukhari dan Muslim)511
Keenam, beliau tidak mau mencaci seorang perempuan; beliau bahkan mendoakannya supaya mendapat hidayah. Abu Hurairah berkata: "Aku mengajak ibuku yang masih musyrik untuk masuk Islam. Suatu hari dia menjelek-jelekkan Rasulullah saw. di hadapanku. Tentu saja aku merasa tidak senang. Aku menemui Rasulullah saw. sambil menangis dan berkata kepada beliau: 'Wahai Rasulullah, aku mengajak ibuku masuk Islam, namun dia menolak. Bahkan dia menjelek-jelekkanmu. Tentu saja aku merasa tidak senang. Doakanlah kepada Allah semoga Dia berkenan memberikan petunjuk kepada ibuku.' Rasulullah saw. berdoa: 'Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada ibunya Abu Hurairah.' Aku pulang dengan perasaan gembira karena Nabi saw. telah mendoakannya. Ketika aku datang (ke rumah)... ibuku membukakan pintu rumah, kemudian dia berkata: 'Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad itu adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.'" (HR Muslim)512

5. Wanita dan Pencapaian Kesempurnaan
Abu Musa mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Telah sempurna dari kaum lelaki banyak sekali tetapi belum sempurna dari kalangan wanita kecuali Asiah isteri Fir'aun dan Maryam binti Imran." (HR Bukhari dan Muslim)513

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Dari sabda Rasulullah saw. (Belum sempurna dari kalangan perempuan kecuali Asiah istri Fir'aun dan Maryam binti Imran) yang menggunakan uslub hashr (pembatasan) ini diambil dalil bahwa kedua wanita itu adalah nabi, sebab golongan yang paling sempurna dari manusia adalah para nabi, kemudian diikuti oleh para wali, siddiqun, dan syuhada. Jika kedua wanita itu bukan nabi, sudah pasti dari kalangan wanita tidak ada seorang pun yang berpredikat wali, siddiqah, atau syahid. Sebab pada kenyataannya sifat-sifat tersebut ada pada kebanyakan mereka. Seolah-olah nabi berkata dalam haditsnya tersebut: 'Tidak ada yang diangkat menjadi nabi dari kalangan wanita selain fulan dan fulan. Dan seandainya beliau berkata 'Tidak terdapat sifat-sifat seorang siddiqah atau wali atau syahid kecuali pada si fulan dan si fulan,' maka hal itu tidak benar karena adanya sifat-sifat tersebut pada wanita selain mereka. Lain halnya kalau yang dimaksud hadits adalah kesempurnaan di luar para nabi. Maka hadits itu tidak bisa dijadikan dalil tentang kenabian mereka karena adanya pengertian ini. Wallahu a'lam. Berdasarkan ini, maka yang dimaksud dengan telah berlalu zamannya adalah bahwa hal semacam itu tidak dialami oleh seorang pun dari wanita-wanita pada zaman Nabi saw."

Al-Qurthubi berkata: "Yang benar adalah bahwa Maryam adalah seorang nabi, sebab Allah SWT telah menurunkan wahyu kepadanya melalui (perantaraan) malaikat (Jibril)." (Sementara Iyadh berkata bahwa pendapat jumhur ulama bertolak belakang dengan pendapat Al-Qurthubi).514 Sedangkan Asiah, tidak ada satu dalil pun mengenai kenabiannya.

Al-Kirmaniy berkata: "Tidak mesti adanya kalimat mengenai kesempurnaan wanita dalam hadits itu menunjukkan kenabiannya, sebab kalimat sempurna itu digunakan untuk menunjukkan keutuhan sesuatu dan sampainya di batas penyelesaian dalam masalah itu. Maka yang dimaksud disini adalah sampainya dia ke batas akhir dari semua sifat utama yang dimiliki kaum wanita." Al-Kirmaniy berkata: "Telah diriwayatkan secara ijma tentang tidak adanya kenabian pada wanita. Demikian katanya. Tetapi, riwayat yang dikutip dari al-Asy'ari mengatakan bahwa sebagian wanita ada yang menjadi nabi. Jumlah mereka enam orang, yaitu: Hawwa, Sarah, ibu Musa, Hajar, Asiah, dan Maryam ... dengan alasan menurutnya adalah bahwa setiap orang yang datang kepadanya malaikat dan Allah dengan membawa hukum berupa perintah, larangan, atau memberitahunya apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang adalah nabi. Telah tetap kedatangan malaikat kepada mereka ini dengan membawa berbagai macam perkara dari sisi Allah SWT. Pernyataan mengenai hal itu disampaikan dalam bentuk isyarat dalam Al-Qur'an. Ibnu Hazm menyebutkan dalam kitab Al-Milal wan Nihal bahwa masalah ini belum diperdebatkan kecuali pada masa dia berada di Cordova. Dikisahkan dari mereka berbagai ucapan dan yang ketiganya adalah tawaqquf. Ibnu Hazm berkata: "Orang yang tidak mendukung pendapat tentang adanya nabi dari kalangan wanita mendasarkan argumennya pada firman Allah: 'Kami tidak mengutus sebelum kamu melainkan orang laki-laki.'" Ibnu Hazm berkata: "Ayat ini tidak bisa dijadikan argumentasi mengenai tidak adanya seorang perempuan yang dijadikan Allah sebagai nabi. Pembicaraan di sini sekitar masalah kenabian saja." Ibnu Hazm berkata: "Aku bisa menegaskan hal itu dengan apa yang disebutkan dalam kisah Maryam dan dalam kisah ibu Musa yang membuktikan kenabiannya, mengingat begitu segeranya dia melemparkan bayinya ke laut begitu sampai wahyu kepadanya untuk melaksanakan hal itu." Ibnu Hazm berkata: "Allah SWT mengatakan setelah menyebut Maryam dan nabi-nabi yang sesudahnya --mereka yang diberi nikmat oleh Allah atas mereka dari para nabi. Berarti Maryam termasuk dalam umumnya firman Allah tersebut. Wallahu a'lam. Di antara keutamaan Asiah istri Fir'aun seperti dia lebih memilih dibunuh di tangan raja dan menerima siksa dunia daripada kesenangan di dalam istana raja. Kemudian firasatnya mengenai Musa a.s. benar; dalam hal ini dia berkata: '(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku.'"515

Demikianlah sabda Rasulullah saw. dan pendapat ulama-ulama terkemuka yang tidak sempat hidup pada zaman sekarang ini, zaman yang dinamakan sebagai zaman kebebasan wanita. Para ulama tersebut berpegang teguh pada petunjuk Nabi saw., menanggulangi jahiliah zaman mereka, dan tidak dikalahkan oleh khurafat-khurafat yang berlaku pada zamannya yang berkaitan dengan hal merendahkan posisi wanita dan menzalimi haknya. Demikianlah cara kita berpendapat untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesempurnaan yang dapat dicapai oleh seorang wanita. Jika masalah kenabian wanita masih menjadi ajang perselisihan pendapat di kalangan para ulama, mereka telah sepakat dan mengakui tentang kemampuan seorang wanita menjadi seorang wali, siddiqah, atau syahidah.

Hadits-hadits tersebut mengingatkan kita pada beberapa perkara:

Tersedianya kesiapan fitri untuk mencapai kesempurnaan pada diri laki-laki dan wanita. Artinya, kesempurnan tidak mustahil sama sekali bagi wanita dan bukan hanya monopoli kaum laki-laki. Jika kesempurnaan itu mungkin saja dicapai, maka mencapai tingkatan-tingkatan yang menuju pada kesempurnaan tentu lebih mungkin lagi.
Jika kesempurnaan itu secara fitrah bisa dicapai, maka lebih mungkinnya dicapai dengan pendidikan, pengarahan, upaya, dan usaha pencapaian yang sungguh-sungguh, seperti halnya pada kaum laki-laki. Karena itu, kaum wanita perlu sekali memperhatikan unsur usaha tersebut untuk mencapai kesempurnaan yang didambakan. Penting sekali mereka membuka peluang-peluang pendidikan dan pengarahan serta semua bidang yang dapat mengangkat kemampuan wanita serta memperkuat dan mempertajam kesiapan fitrinya.
Selama kesiapan fitri untuk mencapai kesempurnaan itu ada pada wanita, maka sedikitnya jumlah yang telah sempurna dari kalangan wanita dapat terjadi karena beberapa kemungkinan. Diantaranya karena minimnya kesiapan fitri itu sendiri atau karena lemahnya segi pendidikan dan pengarahan. Lemahnya segi pendidikan dan pengarahan mungkin saja terjadi karena kelalaian orang-orang yang bertanggung jawab mengenai pendidikan dan pengarahan tersebut, atau karena tekanan kondisi khusus yang dihadapi kaum wanita. Artinya, segala tenaganya habis digunakan untuk urusan kehamilan, melahirkan, menyusukan dan memelihara anak, serta untuk hal-hal yang berkaitan dengan urusan dalam rumah. Sehingga tidak tersisa lagi waktunya untuk merasakan siraman ilmu pengetahuan, ibadah, serta memanfaatkan peluang-peluang pendidikan dan pengajaran yang ada. Padahal semestinya wanita mendapat peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran dengan memperhatikan peluang atau kesempatan yang sesuai dengan kondisi kewanitaannya, baik menyangkut waktu, tempat, maupun caranya. Bagaimanapun sangat disayangkan karena banyak dari sistem yang ada disusun hanya berdasarkan kondisi-kondisi kaum laki-laki tanpa mempertimbangkan kondisi kaum wanita.
Ada pertanyaan yang melintas dalam benak kita: "Apakah hadits Nabi saw. itu mengisyaratkan pada kesempurnaan yang telah dikenal, telah muncul, dan telah termasyhur? Artinya, sudah banyak yang masyhur kesempurnaannya dari kalangan laki-laki, sedangkan dari kalangan wanita hanya sedikit sekali? Bukankah contoh dalam Al-Qur'an tentang Maryam binti Imran dan Asiah istri Fir'aun lebih mendorong kita untuk melontarkan pertanyaan ini? "Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang orong yang beriman ketika dia berkata: 'Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim, dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan kedalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya, dan adalah dia termasuk orang orang yang taat." (at-Tahrim: 11-12)
Jika kesempurnaan kaum wanita sedikit dalam bidang-bidang umum --artinya bidang-bidang yang diikuti kaum laki-laki-- seperti ibadah, pendidikan, dakwah, dan jihad sehingga karenanya yang terkenal dengan kesempurnaannya itu lebih banyak dari kalangan laki-laki, sementara dari kalangan wanita tidak ada yang terkenal kecuali sedikit, maka di sana ada bidang yang banyak terkenal kesempurnaan wanita di dalamnya, yaitu dalam bidang-bidang yang khusus untuk kaum wanita, seperti menyusukan anak dan memeliharanya, mengurus suami dan mendidik anak-anak, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masalah ini. Bidang-bidang seperti itu mempunyai keistimewaan tersendiri, yaitu tidak dikenal, berlangsung secara sembunyi-sembunyi/diam-diam dan jauh dari perhatian orang, serta jauh dari puji sanjung manusia. Artinya, wanita dalam hal ini berperan sebagai prajurit/pahlawan tak dikenal. Pahlawan tak dikenal itu tingkatan-tingkatannya adalah ada yang sedang, ada yang unggul, dan ada pula yang luar biasa. Demikian pula halnya wanita dalam keluarganya. Tingkat keunggulannya bermacam-macam, sampai ada, bahkan ada mereka yang mencapai tingkat sempurna. Semua bangsa, semakin maju akan semakin menghargai dan menghormati pahlawan tak dikenal lebih dari pada menghormati seorang panglima terkenal. Menghormati pahlawan tak dikenal --yang dalam hal ini kita dihimbau untuk itu-- merupakan usaha dan pengorbanan yang tersembunyi. Kita harus melakukannya tanpa menunggu dan mengharapkan pujian dari seseorang. Kita juga dihimbau untuk itu mengingat pahlawan tak dikenal merupakan lambang pengorbanan bangsa, kekuatan kepribadian bangsa, serta kebesaran dan martabat bangsa. Demikian pula halnya wanita ... Dia adalah pahlawan tak dikenal walaupun pada beberapa waktu --dan itu tidaklah sering-- dia menjadi pahlawan yang dikenal. Dia adalah seorang pemimpin yang tinggi kedudukannya, tetapi jarang sekali terkenal.
Hadits tersebut merupakan cambuk bagi wanita untuk lebih giat lagi mencari kesempurnaan, agar banyak dari kalangan wanita yang mencapai kesempurnaan. Begitu juga hadits: "Orang-orang yang kurang akal dan agama," memacu wanita untuk mengganti kekurangan tersebut dengan usaha yang sungguh-sungguh dan memperhatikan dunia di luar rumah disamping tetap harus memperhatikan urusan rumah tangga dengan baik. Sebab Allah mencoba manusia dan mengujinya dengan berbagai cara. Wanita diuji-Nya dengan haid dan nifas. Karena itu hendaklah kaum wanita sabar menghadapinya dan menggantikan dengan amalan-amalan lain untuk ibadah-ibadah yang tidak boleh dia lakukan karena haid dan nifas tersebut. Allah juga mencoba wanita dengan kehamilan, menyusukan, dan memelihara anak yang membuat lemah perhatian wanita terhadap apa yang di luar rumahnya. Karena itu dia harus berusaha menangani kekurangan ini dengan cara sedikit memperhatikan dunia di luar rumahnya sesuai dengan situasi dan kondisinya di samping tetap memperhatikan urusan rumah tangganya dengan baik. Dengan begitu, jiwa dan kepribadiannya akan semakin mantap dan matang. Allah juga mengujinya dengan perasaan yang kuat dan emosi yang tinggi. Namun demikian dia harus tetap bergaul dengan suaminya dengan baik dan harmonis serta tahu balas budi. Dengan cara itu dia bisa bebas dari ancaman api neraka, dan yakinlah bahwa Allah itu tidak membebankan kepada diri manusia kecuali dalam batas kemampuannya.
Terakhir sekali, kalau memang sudah ada yang sempurna, dari kalangan wanita pada umat-umat terdahulu, meskipun jumlahnya sedikit, bukankah sudah menjadi hak kita bahkan kewajiban kita, baik laki-laki maupun wanita, untuk mengharapkan agar lebih banyak jumlah wanita yang sempurna pada umat Nabi Muhammad saw.? Bukankah beliau sebagai Nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat dan beliau akan membanggakan kita kepada umat-unmat yang lain? Beliau diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam dan beliau diutus dengan risalah/misi yang paling sempurna.


(sebelum, selesai Jilid 1)



--------------------------------------------------------------------------------
Kebebasan Wanita (Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah)
Abdul Halim Abu Syuqqah
Penerjemah: Drs. As'ad Yasin
Juni 1998
Penerbit Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740
read more “Kebebasan Wanita ( oleh Abdul Halim Abu Syuqqah )”

Cinta Teragung

Saat kutitip bisikan syahdu....
mengenang ingat hasratku dulu....
ingin bercinta kerana-Mu tujuanku....
supaya bermakna hidup berlalu.......



Dini ini Ilahi Esa.....
aku kembali menyentuh rasa....
di Ramadan hujan permata.....
warna rembulan berkasih hikmah......
buat hambamu penuh serah.......



Aku pasrah ya, Tuhan.......
dalam malamku sujud reda........
kuredah cahaya bulan-Mu.......
penuh rahmat bergunung waktu.......
kebenaran di laman hidupku.........



Ramadan ini, Tuhanku.....
tidakku pernah kejauhan lagi.......
mendakap agung cinta-Mu Illahi...........
read more “Cinta Teragung”

Pengangguran: Dari Pekerja Menuju Mindset Kemandirian

Ciputra menuturkan, kewirausahaan akan mampu mengatasi masalah pengangguran, kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Entrepreneurship juga akan membuat kekayaan Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memakmurkan rakyat. ”Saya terpanggil meng-entrepreneur-kan masyarakat Indonesia. Sejak kecil saya dari keluarga pedagang sehingga entrepreneur tidak hanya jadi slogan,” paparnya. Ciputra menambahkan,sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terdidik jadi pekerja. Karena itu, kerja sama empat komponen, yakni pemerintah, pendidik, praktisi bisnis, dan tokoh masyarakat, diperlukan untuk menanamkan jiwa wirausaha.

(Indonesia Butuh 4 Juta Pengusaha Baru, Koran Sindo, 29 Maret 2009)

Krisis keuangan global yang diawali dengan kejatuhan Lehman Brothers di Amerika menggelinding bagai bola salju ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Harga selembar saham di Wall Street hingga Bursa Efek Jakarta (BEJ), detik demi detik, menjadi angka sakral yang menentukan nasib ratusan ribu orang yang mengantungkan hidupnya di sebuah perusahaan. Bagai angka yang keluar dari judi togel, fluktuasi investasi yang cenderung menampakan keburaman menjelma menjadi sosok malaikat pencabut nyawa; menentukan besok saya masih bekerja atau harus menganggur.

Di sisi lain, ratusan ribu lulusan SMA, SMK, PTN, PTS, dari tahun ke tahun senantiasa menunjukkan peningkatan ketidakterserapan ke dalam dunia kerja. Mereka terpaksa berbagi identitas menjadi pengangguran terbuka, pengangguran terselubung, hingga pengangguran temporer/insidental. Identitas pengangguran yang terakhir adalah golongan pengangguran yang terserap ke dalam industri politik Pemilu 2009. Dengan sendirinya, kenyataan ini mengundang kompleksitas problematika ketika berhadapan dengan fenomena pemerintah yang sedang khusu’ mempertahankan dan memperebutkan kursi kekuasaan hingga kehilangan perhatian dan kepedulian permasalahan riil yang tengah mengemuka.

Secara jujur, pemerintah pada dasarnya telah berusaha untuk menekan meningkatnya angka pengangguran dengan mengadakan berbagai agenda job fair, pembangunan lapangan kerja baik sektor formal maupun swasta yang baru, mendatangkan investor, pemberian kredit usaha kecil, dan lain sebagainya. Bahkan, Menteri Pendidikan, Bambang Soedibyo, berani menepuk dada di depan Karni Ilyas dalam acara Suara Rakyat di TVOne (27/04) karena merubah prosentase SMA dan SMK yang diharapkan dapat menggoda dunia usaha dan menyerap lulusannya untuk berkarya di perusahaan mereka. Namun pada kenyataannya, angka pengangguran bagai batu karang di pinggir pantai, usaha-usaha pemerintah memang menuai hasil akan tetapi kecil sekali. Jika mengikis batu karang air laut membutuhkan waktu hingga ratusan tahun maka dengan strategi dan langkah-langkah pemerintah, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikis batu karang pengangguran di Indonesia. Salah satu faktor yang melatarbelakangi kesulitan pemerintah adalah rendahnya daya serap tenaga kerja dibanding dengan jumlah para pencari kerja (angkatan kerja) di Indonesia.

Angka pengangguran yang terus mengalami kenaikan signifikan per tahunnya tidak lepas dari faktor internal dan eksternal masyarakat. Faktor internalnya antara lain: (a) kegagalan Program Keluarga Berencana (KB) sehingga diikuti dengan melonjaknya populasi penduduk Indonesia, (b) progresivitas pertumbuhan konsumerisme sehingga meningkatkan kuantitas kebutuhan ekonomi, (c) rendahnya entrepreneurship sehingga sumber daya yang ada fokus pada kegiatan mencari kerja bukan menciptakan lapangan kerja. Sedangkan, poin-poin faktor eksternal adalah; (a) krisis keuangan global yang melatarbelakangi terjadinya inflasi dan turunnya angka investasi, (b) standar kompetensi lulusan yang tidak sinkron dengan kebutuhan dunia kerja, (c) rendahnya kemampuan ekonomi sehingga mempengaruhi posisi tawar angkatan kerja, dll.


Mindset Kemandirian

Masyarakat selaku objek dan subjek dalam problematika pengangguran di Indonesia dituntut untuk mampu mencari solusi secara mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah. Sekian lama, ketergantungan kepada pihak lain (pemerintah) terbukti hanya menunda-nunda permasalahan dan mengganti perwajahan problematika pengangguran, bukan mengurangi apalagi mengikis habis.

Sejak masa Orde Baru, pemerintah telah memperkaya program pengentasan kemiskinannya dengan perona bermerk penanggulangan pertumbuhan angka pengangguran. Program Bangdes (Pembangunan Desa), Koperasi, Kredit Candak Kulak (KCK), PIR (Perkebunan Inti Rakyat), dan lain lain ternyata juga kurang memberikan hasil yang memuaskan. Di era pemerintahan SBY-JK (2004-2009), program-program di atas menjalani operasi wajah menjadi PNPM, P2KP, KUR, PKH, bahkan program miskinisasi BLT, dan ternyata juga menemukan ending serupa dengan pendahulunya. Meski, pemerintah telah membekali program-program ini dengan visi-misi kemandirian ekonomi akan tetapi mayoritas masyarakat Indonesia masih memandang program-program ini sebagai aksi pengelontoran dana yang merupakan kepedulian langsung pemerintah kepada masyarakat. Sebuah fenomena yang luar biasa, sehingga mayoritas masyarakat memandang besaran nominal pinjaman investasi usaha sebagai dana hibah yang tidak perlu digulirkan. Payahnya lagi, infrastruktur program -seperti BKM dan Faskel PNPM- juga memandang program-program ini sebagai proyek insidental-temporer, tanpa kejelasan follow up sehingga keberhasilan program dinilai dengan parameter bangunan fisik dan data-data non-riil yang jauh dari sebuah kriterium kemandirian itu sendiri.

Mindset kemandirian dapat dimunculkan dengan perubahan paradigma masyarakat dalam mendefinisikan ‘pekerjaan’ dan ‘bekerja’. Mayoritas masyarakat setia dengan penilaian bahwa orang yang dianggap bekerja adalah mereka yang ada di kantor-kantor, sektor formal, PNS, atau orang-orang yang bekerja sebagai pekerja pabrik. Paradigma tersebut diperkuat dengan asumsi yang berkembang bahwa bekerja adalah kegiatan menghasilkan gaji (salary) dengan keterikatan jam kerja, setiap hari berangkat dari rumah pukul delapan pagi dan baru pulang setelah pukul lima sore. Kegiatan ekonomi yang berpijak kepada kemandirian dan atau entrepreneurship cenderung diasumsikan minor. Asumsi positif hanya diberikan kepada kegiatan ekonomi mandiri dan atau entrepreneurship yang menghasilkan nominal penghasilan besar.

Kelahiran asumsi minor terhadap kegiatan ekonomi mandiri dan atau entrepreneurship dengan besaran nominal penghasilan sedang dan kecil bukan tanpa latar belakang. Dunia perbankan, reksadana, hingga pembiayaan (leasing) juga cenderung menganggap bahwa kegiatan ekonomi mandiri dan atau entrepreneurship berpenghasilan sedang dan kecil tidak layak untuk menerima pinjaman dan sasaran investasi, sehingga masyarakat dengan latar belakang ekonomi ini makin diasumsikan miring dan tidak menjadi sebuah pilihan berkarya.

Fenomena kesetiaan pada definisi pekerjaan dan bekerja yang terikat pada jam kerja tertentu juga menjangkiti kalangan pendidikan tinggi. Sarjana-sarjana cenderung berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari orang lain, posisi yang menguntungkan dan jenjang karir yang lebih mapan. Paradigma seperti ini menjadi latar belakang kenyataan memprihatinkan yakni aksi-aksi perebutan pekerjaan dengan personal yang notabene pendidikannya lebih rendah (SMA/SMK, DI, DII, DIII). Idealnya, seorang sarjana justru dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih unggul dan kuat, tidak bergantung pada pihak-pihak lain dan perusahaan yang telah eksis, mempunyai kreativitas tinggi, berinisiatif, dan memiliki pikiran yang kritis dalam menilai perkembangan zaman. Seorang sarjana diharapkan dapat menjadi problem solver masalah pengangguran tersebut, bukan malah menambah jumlahnya. Coba cermati kenyataan di lingkungan sekitar kita, yang terjadi adalah fenomena seperti sarjana pertanian yang bekerja di sektor pendidikan (guru bidang studi Biologi), sarjana ilmu politik yang bekerja di sektor transportasi (sopir), sarjana sastra Perancis yang bekerja di sektor kehutanan (pendamping program hutan rakyat) dan lain-lain.

Perubahan ke arah mindset kemandirian sangat urgen untuk mengurangi tingkat pengangguran. Seorang angkatan kerja, hendaknya tidak memilah dan memilih sektor pekerjaan atau pun terpancang pada pola pikir yang hanya terfokus pada sektor formal. Karena pada dasarnya, seorang yang tidak bekerja di sektor formal pun masih tetap dianggap bekerja selama apa yang dikerjakan tersebut memberikan penghasilan atau pemasukan finansial seperti pedagang, wiraswasta, peternak, petani, pelukis, auditor, hingga jurnalis independen.

Sejatinya, hidup adalah misi, bukan karir. Karir mengacu kepada profesi, sedangkan misi adalah tujuan. Setiap orang harus mempunyai tujuan dalam hidup, ingin seperti apa dan menjadi apa di masa depan nanti. Sebuah pernyataan misi hidup dapat membangun sebuah keyakinan dalam berusaha dan memberi daya dorong yang kuat untuk mencapai tujuan. Dengan mengetahui misi pribadi, maka orang akan mudah mencari alternatif yang dapat mendukungnya untuk mencapai tujuan hidupnya. Viktor Frankl, seorang psikiater dari Austria, menyatakan bahwa setiap manusia tidak menciptakan talenta dalam hidup ini, melainkan hanya mendeteksinya saja. Dengan kata lain, setiap orang dilahirkan sudah dengan talenta-talenta, dan manusia hanya perlu menggalinya saja. Setiap orang dilahirkan untuk melakukan hal-hal besar dalam hidup ini. Setiap orang dilahirkan dengan segala yang dibutuhkannya untuk meraih sukses. Pengasahan talenta dan pembangunan kesadaran tujuan hidup akan memberikan ruang berpikir, arahan, dan acuan tindak kemandirian, terutama dalam ranah ekonomi.

Hal inilah yang seyogyanya dikembangkan untuk merubah mindset ketergantungan kepada pekerjaan formal sehingga membunuh karakter diri yang independen.


Pemberdayaan Talenta

Dalam dunia pendidikan, penemuan dan pengembangan talenta dilakukan melalui kegiatan bimbingan dan konseling (BK). Namun, keberadaan BK di sekolah, mayoritas lebih dipandang sebagai polisi sekolah dalam penanganan anak-anak berkasus ketimbang sebagai komponen pendidikan yang membantu menemukan talenta dan minat. Apabila BK dapat menempati kembali posisi dan perannya dalam ranah pendidikan maka lulusan akan membekali diri dengan pemahaman talenta dan minat pada suatu bidang secara proporsional.

Penemuan dan pengembangan talenta dapat memberikan suntikan rasa percaya diri dan penghargaan diri individu secara proporsional. Mengenali potensi dan talenta serta mengembangkannya dapat menjadikan kita menjadi manusia yang unggul dan pada tahap inilah pekerjaan akan memburu individu.

Pengangguran bukanlah individu yang tidak dapat melakukan apa-apa, tidak eksis terlibat dan berperan aktif terhadap diri maupun masyarakat, dan murni menjadi beban pihak lain. Justru pengangguran adalah pribadi yang memiliki banyak dan beragam kesempatan untuk berkarya karena tidak ada keterikatan waktu atau jam kerja, dan target pekerjaan yang bersifat eksternal. Pribadi yang menganggur dan tidak terserap dalam dunia kerja bisa melihat peluangnya ini secara positif sebagai suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan konstruksi usaha mandiri (independent) seperti menjadi wiraswastawan.

Apa yang harus dipersiapkannya?

Tentu saja, dengan memahami dan mengasah talentanya serta membaca kondisi lingkungan di sekitarnya. Melalui pemahaman dan pengasahan talenta individu dapat melepaskan trade mark pengangguran dan meninggalkan statusnya sebagai beban masyarakat. Talenta mampu menjadikan setiap individu untuk dapat mengembangkan diri menjadi wiraswastawan yang sukses di segala bidang dan tidak mustahil dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi orang lain.

Pemahaman dan pengasahan talenta dapat memposisikan individu sebagai bagian dari masyarakat berpartisipasi dalam menyeleseikan problematika pengangguran. Pribadi yang dapat mengembangkan talentanya pun tetap dituntut untuk mampu melihat ke dalam dirinya dan melepaskan ketergantungan kepada pihak lain di luar dirinya, dengan tetap bertanggung jawab atas hidupnya sendiri dan orang di sekitarnya. Kedisiplinan, etos kerja yang tinggi, memiliki dedikasi, determinasi dan kejelasan tujuan hidup menjadi sebuah parameter menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Sejatinya, setiap orang berpikir tentang apa yang bisa aku berikan bagi Indonesia dan bukan hanya memelihara pengharapan; apa yang diberikan Indonesia kepadaku.

Mari berhenti menjadi pekerja orang lain, melakukan apa yang bisa kita lakukan secara optimal, enjoy, dan menjadi pribadi yang mandiri.

Oleh : Anjrah Lelono Broto, Litbang LBTI (Lembaga Baca Tulis Indonesia)
read more “Pengangguran: Dari Pekerja Menuju Mindset Kemandirian”

Buah dan Faedah Istighfar

Ibnu Taimiyah Rahimahullah menyebutkan ini didalam bukunya tentang buah dan faedah yang dapat kita ambil dari kita melakukan amalan ini, diantaranya ialah :

1. Diampuninya dosa – dosa. Siapa yang mengakui dosanya dan juga meninggalkannya, maka dia akan diampuni.
2. Ridha Allah Swt dan kecintaan-Nya, istighfar merupakan perkara yang penting, sehingga seorang hamba bisa mendapatkan ridha dan kecintaan Allah Swt.
3. Memperoleh Rahmat Allah Swt. Firman-Nya, “ Hendaklah kalian meminta ampun kepada Allah Ta’ala, agar kalian mendapat Rahmat ( An – Naml : 46 ) ”.
4. Membebaskan diri dari adzab. Istighfar merupakan sarana yang paling pokok untuk membebaskan diri dari adzabnya, sebagaimana Firman Allah ” Dan tidaklah Allah Ta’ala akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun. ”. ( Al- Anfal : 33 ).
5. Istighfar mendatangkan kebaikan yang banyak dan juga barokah. Firman Allah Ta’ala. ” Dan ( dia berkata ), ” Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya dia menurunkan hujan yang deras kepada kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan kalian .” ( Hud : 52 ). Didalam Firman-nya yang lain, ” Maka aku katakan kepada mereka, ” Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan dengan lebat, dan akan membanyakkan harta dan anak – anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun – kebun dan mengadakan ( pula didalamnya ) untuk kalian sungai – sungai. ” ( Nuh : 10 – 12 ).
6. Kebeningan hati. Karena istighfar dapat menghapus dosa dan mengenyahkannya. Maka hati pun menjadi bersih dan bening dari noda dosa serta kedurhakaan.
7. Istighfar merupakan kebutuhan hamba yang berkelanjutan. Dia membutuhkannya menjelang siang dan malam, bahkan istighfar senantiasa dibutuhkan dalam setiap perkataan dan perbuatan, kala sendirian maupun ramai, karena didalamnya mengandung kemaslahatan, mendatangkan kebaikan, menyingkirkan kemudhoratan, menambah kekuatan amal hati dan badan serta keyakinan iman.
8. Mendatangkan sikap lemah lembut dan baik tutur katanya. Siapa yang ingin agar Allah Ta’ala memperlakukannya dengan lemah lembut, maka dia harus senantiasa bersama-Nya. Istighfar dapat menjadikan seorang hamba lemah lembut, baik tutur katanya, karena dia biasa mengucapkan kebenaran dan menjelaskannya.
9. Memperbanyak ibadah dan zuhud didunia. Istighfar membutuhkan penyesalan dan taubat, sehingga ia menuntut pelakunya lebih banyak beribadah. Firman Allah ” Sesungguhnya kebaikan – kebaikan itu menghapuskan kesalahan – kesalahan ”. ( Hud : 14 )
Setelah kita mengetahui apa buah dan bagaimana faedahnya bagi kita apabila kita melaksanakan amalan ini, marilah bersama – sama kita saling mengingat kesalahan – kesalahan kita, mumpung kita masih hidup , masih ada waktu memikirkan seberapa banyak dosa yang telah kita kerjakan dan berapa banyak kebaikan – kebaikan yang telah kita kerjakan. Marilah kita bersama – sama mencari ridho Allah Ta’ala mencari Rahmat dan Karunianya yaitu berupa surga di akhirat nanti. Dan mudah – mudahan kita tidak termasuk orang yang merugi di Yaumul akhir nanti. Allahu A’lam.
read more “Buah dan Faedah Istighfar”

Mesin Uang Online Dimulai dari Pikiran Anda

Mesin Uang Online Dimulai dari Pikiran Anda

Jauh sebelum menghasilkan uang dari internet, anda baiknya berpikir apa yang ingin anda capai dari bisnis anda. Seberapa besar bisnis online anda nanti?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita bahas kata “besar” di sini. Tentukan porsi “besar”-nya bisnis anda. Bermainlah dengan isi kepala anda. Besarnya bisnis ini yang akan menuntun anda melangkah. Merangkai jalur-jalur bisnis akan memudahkan anda mencapai tujuan bisnis.

Saat anda sudah punya misi besar untuk masa depan anda, anda tak akan ragu melangkah. Meskipun banyak tantangan yang harus anda taklukkan.

Biasanya yang terjadi begini, waktu pertama kali terjun di bisnis online anda mendapat banyak godaan. Benar, saya berani pastikan anda lebih memilih pekerjaan offline anda yang memberikan pemasukan pasti setiap bulan daripada menekuni bisnis internet.

Wajar, setiap orang yang terjun di bisnis internet tidak serta merta mendapat uang besar. Yang kita dapat hanya uang kecil pada awalnya. Selain itu, sering kali pebisnis pemula dihinggapi rasa bosan. Ketika pekerjaan anda menuntut anda untuk duduk seharian penuh di depan komputer, rasa penat pasti gampang muncul. Apalagi, setelah anda duduk ratusan jam dan belum menghasilkan uang yang lumayan.

Nah, di sini anda harus bisa mengendalikan pikiran anda. Tidak ada yang mudah di awal. Kesuksesan pasti selalu datang seiring dengan besarnya usaha yang kita lakukan. Bulan pertama lazimnya kita mendapatkan bayaran yang tidak setimpal dengan usaha, tapi tunggu saja di bulan-bulan berikutnya. Penghasilan anda akan terus meningkat tiap minggunya. Asal, prospek bisnis internet yang anda bangun cerah, masa depan anda juga ikut terang benderang. Contoh, seperti Mas Muklis yang sudah mampu membeli komputer baru dari hasil bisnis online.

Kuncinya: bukan bisnis apa yang bisa membuat anda kaya. Tapi, bagaimana membuat bisnis yang bisa membuat anda kaya raya.

Ingat, bisnis apapun bisa membuat anda kaya. Tak perlu berpikir terlalu jauh. Cari cara bagaimana target pasar anda menemukan produk anda! Itu saja sudah cukup. Selama harga yang anda tentukan bisa dijangkau oleh mereka, pastilah produk anda laris. Mempertemukan kutub “penawaran dan permintaan” ini lebih penting dan menghasilkan.

Selanjutnya, jadikan diri anda berbeda dari orang lain. Jika orang lain menganggap Rp 10 juta adalah jumlah yang besar, maka anda harus berpikiran bahwa Rp 10 juta itu kecil. Tanamkan dalam pikran anda, “dalam sekejap saya bisa menghasilkan uang Rp 10 juta.” Saat orang lain perlu waktu 1 bulan untuk menghasilkan Rp 10 juta, maka anda harus menetapkan Rp 10 juta bisa anda raih dalam waktu sehari.

Berbeda halnya jika anda menganggap Rp 10 juta sebagai jumlah yang maksimal bisa anda dapatkan, selamanya usaha anda akan terpatok di angka Rp 10 juta. Tentu anda tak mau mandeg di penghasilan nominal tertentu bukan? Tanamkan di benak anda bahwa penghasilan anda harus terus bertambah dan bertambah setiap bulan!

Satu hal lagi, saat bekerja tak perlu memantau tumpukan uang yang masuk ke rekening anda. Yang terpenting anda ikut mengalir dalam irama kerja yang sudah anda buat. Saat anda sudah menentukan besar penghasilan, uang akan masuk sendiri ke rekening anda sesuai yang anda harapkan. Ini konsep menghasilkan uang dari internet yang sering orang abaikan.

Pikiran anda akan menentukan langkah-langkah anda. Tapi, jangan lantas hanya berpikir saja. Tetap anda butuh ACTION! Kalau cuma berpikir dan berpikir, uang tak akan menghampiri anda.

Anda setuju? Bagaimana pendapat anda?
read more “Mesin Uang Online Dimulai dari Pikiran Anda”